Sudah berapa sering Anda mendengar orang mengatakan bahwa bisnis multi-level-marketing sulit dijalankan. Jika saat ini Anda sendiri sedang mengembangkan bisnis multi-level-marketing, saya yakin pernyataan di atas sudah biasa Anda dengar dari prospek-prospek Anda. Jika Anda belum menjalankan bisnis multi-level-marketing, kemungkinan besar Anda juga pernah menggunakan alasan di atas untuk menghindar dari teman-teman yang mengajak bergabung. Tapi, apakah benar bisnis multi-level-marketing sulit dijalankan???
Saya sendiri pernah berpikir bahwa menjalankan bisnis multi-level-marketing itu sulit. Lagipula, saya memiliki pekerjaan dan karir yang cukup bagus, sehingga saya pernah beranggapan bahwa tanpa perlu repot-repot menjalankan bisnis multi-level-marketing, saya akan berhasil mencapai kebebasan finansial dalam waktu singkat. Kenyataannya adalah, semakin karir saya merangkak naik, semakin banyak pula waktu yang harus saya alokasikan untuk urusan kantor, sedangkan waktu untuk keluarga semakin lama semakin sedikit. Hal inilah yang membuat saya mempertimbangkan kembali bisnis multi-level-marketing sebagai upaya untuk mencapai kebebasan finansial.
Setelah mempertimbangkan beberapa alternatif, akhirnya saya memutuskan untuk mulai menjalankan dan mengembangkan bisnis multi-level-marketing saya sendiri. Keputusan saya untuk menjalankan bisnis multi-level-marketing didasarkan atas beberapa pertimbangan. Sebagai orang yang pernah mengatakan bahwa “multi-level-marketing sulit dijalankan,” saya mencoba membandingkan tingkat kesulitan bisnis multi-level-marketing dengan beberapa alternatif lain. Multi-level-marketing sulit dijalankan. Benarkah??? Dibandingkan dengan apa???
Bagaimana rasanya harus meninggalkan bayi Anda yang baru lahir dua bulan yang lalu dengan baby-sitter di rumah karena Anda dan suami/istri Anda terpaksa harus bekerja hanya untuk membayar tagihan bulanan? Sulitkah itu???
Bagaimana rasanya mengetahui bahwa Anda telah menikahi orang yang paling Anda cintai dan pernah Anda janjikan hal-hal yang serba indah tetapi sampai sekarang belum dapat Anda penuhi? Sulitkah itu???
Bagaimana rasanya jika Anda dan pasangan Anda menyadari bahwa Anda tidak akan mampu membeli rumah idaman Anda karena tidak mungkin membayar cicilan bulanan? Sulitkah itu???
Bagaimana rasanya terpaksa menyelesaikan pekerjaan kantor selama akhir pekan dan terpaksa mengingkari janji untuk membawa anak Anda pergi berenang? Sulitkah itu???
Bagaimana rasanya tiap hari berangkat kerja naik bis yang sesak atau dengan mobil butut berumur lima belas tahun dan selalu harus dibawa ke bengkel setiap dua minggu sekali, tetapi Anda tidak sanggup untuk membeli mobil baru? Sulitkah itu???
Bagaimana rasanya jika setiap kali membeli baju, Anda terpaksa membeli yang paling murah dan bukan membeli baju yang terlihat paling bagus untuk Anda? Sulitkah itu???
Bagaimana rasanya setiap kali berbelanja dengan keluarga Anda harus memikirkan, “Jika kita beli yang ini, maka kita tidak akan sanggup membeli yang itu.”? Sulitkah itu???
Bagaimana rasanya mengetahui bahwa Anda telah bekerja keras selama 30 tahun untuk suatu hari harus pensiun dengan sepertiga pendapatan Anda sekarang? Sulitkah itu???
Bagaimana rasanya jika suatu hari anak Anda yang telah dewasa pindah ke kota lain dan Anda tidak sanggup mengunjunginya karena harga tiket pesawat terbang terlalu mahal? Sulitkah itu???
Bagaimana rasanya melihat anak Anda tanpa disadari telah tumbuh remaja dan dewasa padahal sewaktu mereka kecil Anda sangat sedikit meluangkan waktu untuk mereka? Sulitkah itu???
Bagaimana rasanya jika Anda di-PHK karena kantor Anda gulung tikar karena krisis moneter? Sulitkah itu???
Tahukah Anda hal yang paling sulit? Hal yang paling sulit itu bukanlah menjalankan bisnis multi-level-marketing. Hal yang paling sulit adalah manakala suatu hari Anda menyadari telah terlalu banyak membuang-buang waktu yang berharga, dan waktu yang telah Anda sia-siakan tersebut telah hilang untuk selama-lamanya. Detik demi detik, menit demi menit, hari demi hari, tahun demi tahun hilang tak berbekas. Waktu yang hilang tak berbekas ini seharusnya dapat Anda gunakan sedikit-demi-sedikit untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis multi-level-marketing Anda secara konsisten dan perlahan-lahan. Manusia sering punya kebiasaan buruk untuk mencari-cari alasan untuk tidak mengerjakan hal-hal yang seharusnya dikerjakan. Seringkali kita mengizinkan orang lain yang tidak berhak dan tidak berkepentingan untuk mengatur hidup kita dan keluarga kita, masa depan kita dan masa depan keluarga kita.
Apakah multi-level-marketing benar-benar sulit dijalankan??? Apakah sulit untuk menunjukkan kepada teman-teman produk bermutu tinggi??? Apakah sulit untuk mempelajari sistem bisnis multi-level-marketing sehingga bisa menyampaikannya kepada orang lain??? Apakah sulit untuk meluangkan satu jam sehari untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis multi-level-marketing Anda??? Apakah sulit untuk tidak menonton TV/sinetron selama satu jam sehari dan mempergunakan waktu tersebut untuk mengembangkan bisnis multi-level-marketing Anda??? Apakah sulit untuk mengerti bahwa dengan menjalankan bisnis multi-level-marketing secara konsisten dan perlahan-lahan selama dua tahun Anda akan dapat mencapai kebebasan finansial???
Sanggupkah Anda bekerja keras mengembangkan bisnis multi-level-marketing Anda selama dua tahun ke depan supaya keluarga Anda dapat membeli rumah idaman??? Sanggupkah Anda bekerja keras mengembangkan bisnis multi-level-marketing Anda selama dua tahun supaya anak Anda dapat sekolah di perguruan tinggi yang bermutu tinggi dan bukan yang uang kuliah-nya murah??? Sanggupkah Anda bekerja keras mengembangkan bisnis multi-level-marketing Anda selama dua tahun supaya taraf hidup keluarga dapat Anda tentukan sendiri dan bukan ditentukan oleh orang-orang yang tidak berhak?
Segeralah sadari bahwa bisnis multi-level-marketing memiliki kemampuan yang luar biasa untuk mengubah hidup Anda ke arah yang lebih baik. Tapi, semua potensi-potensi yang ditawarkan oleh multi-level-marketing tergantung kepada Anda sendiri untuk merealisasikannya.
Setelah mempelajari perbandingan-perbandingan di atas, apakah Anda masih merasa bahwa multi-level-marketing sulit dijalankan??? Sulitkah mengajak orang bergabung dengan MLM ? Yang sulit adalah membuat daftar nama kenalan untuk difollow up. Masing-masing kita pastilah punya kenalan lebih dari 50 orang. Potensi itu begitu besar kalau kita kembangkan dengan selalu menambah kenalan baru (mungkin referensi dari kenalan kita). Yang diperlukan hanyalah menghubungi / mengunjungi mereka setiap hari minimal tiga orang dan bercerita mengenai usaha ini. Dalam sebulan kita bercerita kepada 90 orang yang berbeda. Kalau 10% saja dari mereka yang tertarik, maka akan ada prospek baru sebanyak 9 orang. Jika hanya satu orang saja bergabung setiap bulan maka dalam setahun kita akan punya rekan kerja sebanyak 11 orang. Jika cara yang sama dilakukan juga oleh rekan-rekan maka dalam setahun saja kita akan punya jaringan beranggotakan lebih dari 1000 orang.
Manakah yang lebih sulit ? Hal yang paling sulit adalah manakala suatu hari Anda menyadari telah terlalu banyak membuang-buang waktu yang berharga, dan waktu yang telah Anda sia-siakan tersebut telah hilang untuk selama-lamanya. Masalahnya hanyalah, adakah kita punya ambisi dan minat terus menerus untuk mengubah hidup menjadi lebih baik ? Kita sukses dan rekan-rekan kita juga sukses.
SUKSES APAKAH YANG KITA IDAMKAN ?
YANG TERBAIK ADALAH SUKSES YANG MENSUKSESKAN BANYAK ORANG !
Mulailah dari kecil. Mulailah dari diri sendiri. Mulailah sekarang juga !!! 
